by yohana
Definisi kelangkaan
Kelangkaan BBM akan mengakibatkan naiknya harga bensin, dengan naiknya harga bensin akan menimbulkan masalah meningkatnya biaya hidup. Hal ini akan menjadi peluang bagi sebagian orang untuk membuat kompor alternatif, seperti kompor minyak tanah hemat energi. Ini adalah contoh sederhana yang menunjukkan bahwa setiap masalah yang muncul akan timbul sebuah peluang.
Kelangkaan (scarcity).
Dalam kehidupan, manusia selalu dihadapkan kepada berbagai masalah. Masalah timbul karena adanya kesenjangan antara keinginan dan kenyataan. Keinginan manusia tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhannya terbatas. Karena keterbatasan alat pemuas inilah manusia dituntut arif dalam penggunaan sumberdaya yang terbatas dalam menghasilkan barang dan jasa agar dapat mengimbangi keinginannya yang tidak terbatas dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan.
Sumberdaya atau faktor produksi yang terbatas meliputi tanah, tenaga kerja, modal dan pengusaha. Faktor produksi tanah adalah hal terpenting karena segala sesuatu harus didirikan di atas tanah dan jumlahnya semakin menyusut. Bila kita membangun gedung di suatu lahan tanah, maka kita akan kehilangan lahan untuk bermain bola, kita bangun jalan raya maka lahan untuk pemukiman rakyat berkurang.
Demikian halnya dengan tenaga kerja, modal dan pengusaha, semakin banyak kita menghasilkan jaksa maka akan semakin sedikit dokter yang dihasilkan. Semakin banyak pegulat yang dihasilkan maka semakin sedikit pesenam yang dihasilkan.
Bila modal yang digunakan lebih mengutamakan memproduksi sepeda motor, maka akan sedikit modal untuk pembuatan pesawat tempur. Keterbatasan sumberdaya akan menimbulkan masalah bagi manusia, setiap masalah yang ada akan menimbulkan sebuah peluang. Masalah yang timbul akan menjadikan peluang bagi orang lain.
Contoh:
naiknya biaya angkutan kota akan memberikan peluang bagi para produsen dan penjual sepeda motor untuk memproduksi dan memasarkan sepeda motor dalam jumlah besar.
sulitnya mendapatkan pekerjaan, akan memberikan peluang bagi penyelenggara pelatihan entrepreneurship untuk memberikan trik-trik khusus.
Biaya Peluang (opportunity cost)
Biaya adalah pengorbanan yang dilakukan untuk mengadakan, mendirikan, atau melakukan sesuatu untuk mendapatkan barang dan jasa atau memproduksi barang dan jasa, yang dinyatakan oleh satuan uang menurut harga pasar yang berlaku. Biaya peluang terjadi karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas pada keterbatasan sumberdaya. Biaya peluang tidak selalu berupa uang yang harus dikeluarkan, tetapi lebih merupakan pengorbanan yang harus dihadapi oleh setiap pelaku ekonomi ketika mengambil keputusan ekonomi. Hal inilah yang menuntut manusia untuk bersikap rasional dalam menentukan berbagai pilihan sumberdaya yang dimiliki untuk memuaskan kebutuhan hidupnya.
Dalam waktu yang sama seseorang dapat melakukan berbagai pilihan kegiatan yang harus dipilih. Misalnya seorang siswa harus melakukan pilihan pada waktu yang sama antara bermain bola dengan teman-temannya dan menonton pertandingan sepak bola di tv.
Apabila ia memilih untuk bermain dengan teman-temannya, maka ini merupakan biaya peluang yang ia peroleh, sedangkan alternatif terbaik lainnya yang tidak digunakan (oportunity lost) adalah menonton pertandingan sepak bola di tv. Jadi biaya peluang adalah nilai pilihan terbaik lain yang tidak digunakan.
Biaya sehari-hari
Biaya sehari-hari dapat diartikan sejumlah uang yang harus dikeluarkan setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Misalnya: biaya transportasi, uang makan, uang belanja.
Apabila terjadi kenaikan harga pada beberapa produk, maka akan berakibat pada penambahan pengeluaran pada biaya sehari-hari. Sebagai contoh, pada tahun 2003 pemerintah melakukan kenaikan tarif baru untuk layanan PLN, PAM, Telpon, dan BBM, walaupun ada beberapa yang ditunda kenaikannya bahkan dibatalkan, tetapi akibat dari ini semua berdampak pada kenaikan harga barang, dan masyarakat sebagai konsumen yang merasakan imbasnya secara langsung. Awalnya dengan pendapatan Rp. 1.250.000 per bulan dapat mencukupi biaya sehari-hari, tetapi akibat adanya kenaikan tarif, menjadi tidak cukup.
Sumberdaya yang menguntungkan rakyat
Sistem perekonomian Indonesia adalah sistem kerakyatan, dimana semua pengelolaan sumberdaya harus mendatangkan manfaat dan memberikan keuntungan bagi masyarakat. Dalam hal ini pemerintah menerapkan arah kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya, yang meliputi:
melakukan kebijakan industri, perdagangan dan investasi dalam kegiatan perekonomian global yang berbasis pada keunggulan sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang dimiliki.
Sikap Rasional Manusia
Keterbatasan sumberdaya alam memaksa manusia untuk tunduk dan patuh pada hukum kelangkaan, dimana untuk memperolehnya manusia perlu suatu pengorbanan. Pengorbanan yang dilakukan harus bisa mendatangkan manfaat bagi manusia, sehingga dalam pemanfaatan sumberdaya alam perlu dilakukan kombinasi dengan sumber lain yang dapat menguntungkan atau memuaskan kebutuhannya.
Alternatif pemilihan kombinasi sumberdaya alam bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, sehingga mencapai kemakmuran. Kemakmuran disini diartikan terpenuhinya kebutuhan dari berbagai alternatif pilihan (the problem of choice) kebutuhan sehingga mencapai tingkat kepuasan maksimum.
Pemilihan alternatif kebutuhan biasanya hanya sedikit yang bisa dipecahkan, untuk inilah kita perlu menyederhanakan suatu permasalahan. Berikut ini contoh dari pemilihan alternatif (the problem of choice), dimisalkan hanya ada dua komoditi ekonomi yang akan diproduksi, komoditi tersebut adalah beras dan persenjataan (contoh ini sering digunakan untuk menggambarkan beratnya permasalahan selama perang, yaitu memilih kepentingan militer atau sipil).
Kurva di atas pada hakikatnya mencerminkan:
perekonomian dengan tingkat kesempatan kerja penuh (full employment), dalam memproduksi suatu barang harus selalu mengorbankan barang atau jasa yang lain.
Substitusi merupakan hukum alam dalam perekonomian dengan penggunaan tenaga kerja penuh.
Batas kemungkinan produksi memperlihatkan sumberdaya yang digunakan untuk memproduksi suatu barang dapat dipindahkan (trade off) untuk memproduksi barang lain. Kurva ini menggambarkan daftar menu pilihan bagi masyarakat.
Contoh lain pemilihan alternatif dengan prinsip opportunity cost, misalnya Aditya memiliki modal Rp. 520.000 dipergunakan untuk membuka toko kue, uang tersebut dipergunakan untuk pembelian bahan baku membuat kue dan bahan baku membuat coklat. Untuk bahan baku kue dibutuhkan Rp. 10.000/kg dan Rp. 20.000/kg setiap harinya. Maka Aditya dapat menggunakan dan menghabiskan modalnya dengan pilihan kombinasi sbb:
Aditya akan mengalami produksi maksimum pada saat 26 kg memproduksi kue dan 13 kg memproduksi coklat. Pada saat Aditya menggunakan modalnya untuk memproduksi 14 kg coklat, maka modal yang digunakan untuk membuat kue menjadi 24 kali. Ternyata untuk menambah jumlah produksi coklat satu kg, Aditya harus mengorbankan dua kg memproduksi kue, hal inilah yang dimaksud dengan opportunity cost. Opportunity cost yang dilakukan Aditya adalah dua kg biaya pembuatan kue untuk menambah satu kg pembuatan coklat.
melakukan pengembangan sistem ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman sumberdaya bahan pangan, kelembagaan dan budaya lokal, guna menjamin tersedianya pangan dengan harga yang terjangkau.
meningkatkan persediaan sumber energi dan tenaga listrik yang ramah lingkungan.
melakukan kebijakan pertanahan untuk meningkatkan pemanfaatan dan penggunaan tanah secara adil
melakukan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik (PAM, PLN, Telpon) untuk pemerataan pembangunan
meningkatkan kemampuan dan kemandirian tenaga kerja secara keseluruhan,sistem pengupahan, jaminan kesejahteraan dan perlindungan, serta kebebasan berserikat.
meningkatkan kuantitas dan kualitas pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dengan memperhatikan kompetensi, perlindungan dan pembelaan tenaga kerja.
Copyright @Yohana Anestasia 2009. Diberdayakan oleh Blogger.
Entri Populer
-
by yohana MODUL 1 PERANAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN Kegiatan Belajar 1: Pengertian dan Peranan Sumber Daya ...
-
by yohana materi kuliah Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :...
-
by yohana A. Kompetensi Dan Indikator Setelah peserta mempelajari materi dalam buku ajar ini diharapkan mampu memahami perdagangan in...
-
by yohana Analisis biaya produksi perusahaan dibedakan dalam dua jangka, yaitu : 1. Biaya Produksi Dalam Jangka Pendek Teori Produksi me...
-
by yohana Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajara...
-
BY YOHANA MATERI KULIAH BAB I PENDAHULUAN Dalam suatu perekonomian moderen, setiap aktivitas mempunyai keterkaitan dengan aktivitas l...
-
BY YOHANA Daftar Isi BAB I PENGANTAR HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL A. Pengantar dan Definisi 1. Definisi a. Definisi Schmitthoff b. Defi...
-
by yohana Tinjauan Mata Kuliah Pembangunan Ekonomi merupakan salah satu upaya yang mutlak dilakukan untuk meningkatkan kemakmuran mas...
-
by yohana Definisi kelangkaan Kelangkaan BBM akan mengakibatkan naiknya harga bensin, dengan naiknya harga bensin akan menimbulkan masalah...
-
BY YOHANA MATERI KULIAH BAB I PENDAHULUAN Dalam suatu perekonomian moderen, setiap aktivitas mempunyai keterkaitan dengan aktiv...
22 Mei, 2010
KELANGKAAN & BIAYA PELUANG
Diposkan oleh
Yohana Anestasia
di
20.44
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Blog Archive
-
▼
2010
(90)
-
▼
Mei
(59)
- Manejemen Pemasaran
- Kebijakan Pemerintah mengenai Anggaran
- TEORI BIAYA PRODUKSI
- Biaya peluang
- KONSEP BIAYA DAN KLASIFIKASI BIAYA
- Manajemen sumber daya manusia
- EKONOMI INTERNASIONAL
- Sejarah perkembangan ilmu ekonomi
- PERKEMBANGAN SISTEM MONETER INTERNASIONAL
- Perdagangan dan Kerjasama Internasional
- Pengantar Ekonomi Mikro
- EKONOMI MONETER
- Kerangka Dasar Sistem Ekonomi Kapitalis
- SISTEM PEREKONOMIAN SOSIALIS
- SISTEM EKONOMI LIBERAL
- Macam-macam Sistem Ekonomi
- KELANGKAAN & BIAYA PELUANG
- Perilaku Konsumen dan Produsen
- Perdagangan internasional
- SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI
- Teori Ekonomi Klasik
- HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL
- MODAL VENTURA
- Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan
- EKSTERNALITAS DAN KEBIJAKAN PUBLIK
- Barang Publik
- Teori barang publik
- Konsep Barang Publik
- PASAR, BARANG SWASTA, dan BARANG SOSIAL
- BARANG PUBLIK DAN WELFARE STATE
- KEBIJAKAN FISKAL,
- SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS
- PASAR MODAL (BURSA EFEK)
- AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN
- PERILAKU ORGANISASI (GOAL CONGRUENCE)
- AKUNTANSI BIAYA STANDAR
- KEBIJAKAN MONETER
- ELASTISITAS PERMINTAAN
- INFLASI DAN DAMPAKNYA
- DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIO...
- MANAJEMEN KEUANGAN
- EKSPOR IMPOR INDONESIA
- PENGELOLAAN KEKAYAAN NEGARA INDONESIA
- PERENCANAAN STRATEGIS
- PERTUMBUHAN EKONOMI
- PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN
- SISTEM EKONOMI ISLAM/SYARIAH
- RESTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI BUMN
- UTANG LUAR NEGERI
- OBLIGASI
- Saham dan jenis saham
- SISTEM EKONOMI NEOLIBERAL
- ANGGARAN (BUDGETING)
- EKUITAS
- FOREX (VALAS)
- SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
- AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
- DOWNLOAD FILE ARTIKEL EKONOMI
-
▼
Mei
(59)






Klik disini
0 komentar:
Poskan Komentar