by yohana anestasia
Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Ekspor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah impor(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Impor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses impor umumnya adalah tindakan memasukan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Impor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah ekspor(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
KONDISI EKSPOR INDONESIA
Pengutamaan Ekspor bagi Indonesia sudah digalakkan sejak tahun 1983.Sejak saat itu,ekspor menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi-dari penekanan pada industri substitusi impor ke industri promosi ekspor.Konsumen dalam negeri membeli barang impor atau konsumen luar negeri membeli barang domestik,menjadi sesuatu yang sangat lazim.Persaingan sangat tajam antarberbagai produk.Selain harga,kualitas atau mutu barang menjadi faktor penentu daya saing suatu produk.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2008 mencapai USD118,43 miliar atau meningkat 26,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai USD92,26 miliar atau meningkat 21,63 persen. Sementara itu menurut sektor, ekspor hasil pertanian, industri, serta hasil tambang dan lainnya pada periode tersebut meningkat masing-masing 34,65 persen, 21,04 persen, dan 21,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun selama periode ini pula, ekspor dari 10 golongan barang memberikan kontribusi 58,8 persen terhadap total ekspor nonmigas. Kesepuluh golongan tersebut adalah, lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, mesin atau peralatan listrik, karet dan barang dari karet, mesin-mesin atau pesawat mekanik. Kemudian ada pula bijih, kerak, dan abu logam, kertas atau karton, pakaian jadi bukan rajutan, kayu dan barang dari kayu, serta timah.
Selama periode Januari-Oktober 2008, ekspor dari 10 golongan barang tersebut memberikan kontribusi sebesar 58,80 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang tersebut meningkat 27,71 persen terhadap periode yang sama tahun 2007. Sementara itu, peranan ekspor nonmigas di luar 10 golongan barang pada Januari-Oktober 2008 sebesar 41,20 persen.
Jepang pun masih merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD11,80 miliar (12,80 persen), diikuti Amerika Serikat dengan nilai USD10,67 miliar (11,57 persen), dan Singapura dengan nilai USD8, 67 miliar (9,40 persen).
Peranan dan perkembangan ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor untuk periode Januari-Oktober tahun 2008 dibanding tahun 2007 dapat dilihat pada. Ekspor produk pertanian, produk industri serta produk pertambangan dan lainnya masing-masing meningkat 34,65 persen, 21,04 persen, dan 21,57 persen.
Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan Januari-Oktober 2008, kontribusi ekspor produk industri adalah sebesar 64,13 persen, sedangkan kontribusi ekspor produk pertanian adalah sebesar 3,31 persen, dan kontribusi ekspor produk pertambangan adalah sebesar 10,46 persen, sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 22,10 persen.
Kendati secara keseluruhan kondisi ekspor Indonesia membaik dan meningkat, tak dipungkiri semenjak terjadinya krisis finansial global, kondisi ekspor Indonesia semakin menurun. Sebut saja saat ekspor per September yang sempat mengalami penurunan 2,15 persen atau menjadi USD12,23 miliar bila dibandingkan dengan Agustus 2008. Namun, secara year on year mengalami kenaikan sebesar 28,53 persen.
KONDISI IMPOR INDONESIA
Keadaan impor di Indonesia tak selamanya dinilai bagus, sebab menurut golongan penggunaan barang, peranan impor untuk barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Oktober 2008 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yaitu masing-masing dari 6,77 persen dan 75,65 persen menjadi 5,99 persen dan 74,89 persen. Sedangkan peranan impor barang modal meningkat dari 17,58 persen menjadi 19,12 persen.
Sedangkan dilihat dari peranannya terhadap total impor nonmigas Indonesia selama Januari-Oktober 2008, mesin per pesawat mekanik memberikan peranan terbesar yaitu 17,99 persen, diikuti mesin dan peralatan listrik sebesar 15,15 persen, besi dan baja sebesar 8,80 persen, kendaraan dan bagiannya sebesar 5,98 persen, bahan kimia organik sebesar 5,54 persen, plastik dan barang dari plastik sebesar 4,16 persen, dan barang dari besi dan baja sebesar 3,27 persen.
Selain itu, tiga golongan barang berikut diimpor dengan peranan di bawah tiga persen yaitu pupuk sebesar 2,43 persen, serealia sebesar 2,39 persen, dan kapas sebesar 1,98 persen. Peranan impor sepuluh golongan barang utama mencapai 67,70 persen dari total impor nonmigas dan 50,76 persen dari total impor keseluruhan.
Data terakhir menunjukkan bahwa selama Oktober 2008 nilai impor nonmigas Kawasan Berikat (KB/kawasan bebas bea) adalah sebesar USD1,78 miliar. Angka tersebut mengalami defisit sebesar USD9,3 juta atau 0,52 persen dibanding September 2008.
Sementara itu, dari total nilai impor nonmigas Indonesia selama periode tersebut sebesar USD64,62 miliar atau 76,85 persen berasal dari 12 negara utama, yaitu China sebesar USD12,86 miliar atau 15,30 persen, diikuti Jepang sebesar USD12,13 miliar (14,43 persen). Berikutnya Singapura berperan 11,29 persen, Amerika Serikat (7,93 persen), Thailand (6,51 persen), Korea Selatan (4,97 persen), Malaysia (4,05 persen), Australia (4,03 persen), Jerman (3,19 persen), Taiwan (2,83 persen), Prancis (1,22 persen), dan Inggris (1,10 persen). Sedangkan impor Indonesia dari ASEAN mencapai 23,22 persen dan dari Uni Eropa 10,37 persen
Copyright @Yohana Anestasia 2009. Diberdayakan oleh Blogger.
Entri Populer
-
by yohana MODUL 1 PERANAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN Kegiatan Belajar 1: Pengertian dan Peranan Sumber Daya ...
-
by yohana materi kuliah Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :...
-
by yohana A. Kompetensi Dan Indikator Setelah peserta mempelajari materi dalam buku ajar ini diharapkan mampu memahami perdagangan in...
-
by yohana Analisis biaya produksi perusahaan dibedakan dalam dua jangka, yaitu : 1. Biaya Produksi Dalam Jangka Pendek Teori Produksi me...
-
by yohana Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajara...
-
BY YOHANA MATERI KULIAH BAB I PENDAHULUAN Dalam suatu perekonomian moderen, setiap aktivitas mempunyai keterkaitan dengan aktivitas l...
-
BY YOHANA Daftar Isi BAB I PENGANTAR HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL A. Pengantar dan Definisi 1. Definisi a. Definisi Schmitthoff b. Defi...
-
by yohana Tinjauan Mata Kuliah Pembangunan Ekonomi merupakan salah satu upaya yang mutlak dilakukan untuk meningkatkan kemakmuran mas...
-
by yohana Definisi kelangkaan Kelangkaan BBM akan mengakibatkan naiknya harga bensin, dengan naiknya harga bensin akan menimbulkan masalah...
-
BY YOHANA MATERI KULIAH BAB I PENDAHULUAN Dalam suatu perekonomian moderen, setiap aktivitas mempunyai keterkaitan dengan aktiv...
23 Mei, 2010
EKSPOR IMPOR INDONESIA
Diposkan oleh
Yohana Anestasia
di
02.39
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Blog Archive
-
▼
2010
(90)
-
▼
Mei
(59)
- Manejemen Pemasaran
- Kebijakan Pemerintah mengenai Anggaran
- TEORI BIAYA PRODUKSI
- Biaya peluang
- KONSEP BIAYA DAN KLASIFIKASI BIAYA
- Manajemen sumber daya manusia
- EKONOMI INTERNASIONAL
- Sejarah perkembangan ilmu ekonomi
- PERKEMBANGAN SISTEM MONETER INTERNASIONAL
- Perdagangan dan Kerjasama Internasional
- Pengantar Ekonomi Mikro
- EKONOMI MONETER
- Kerangka Dasar Sistem Ekonomi Kapitalis
- SISTEM PEREKONOMIAN SOSIALIS
- SISTEM EKONOMI LIBERAL
- Macam-macam Sistem Ekonomi
- KELANGKAAN & BIAYA PELUANG
- Perilaku Konsumen dan Produsen
- Perdagangan internasional
- SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI
- Teori Ekonomi Klasik
- HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL
- MODAL VENTURA
- Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan
- EKSTERNALITAS DAN KEBIJAKAN PUBLIK
- Barang Publik
- Teori barang publik
- Konsep Barang Publik
- PASAR, BARANG SWASTA, dan BARANG SOSIAL
- BARANG PUBLIK DAN WELFARE STATE
- KEBIJAKAN FISKAL,
- SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS
- PASAR MODAL (BURSA EFEK)
- AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN
- PERILAKU ORGANISASI (GOAL CONGRUENCE)
- AKUNTANSI BIAYA STANDAR
- KEBIJAKAN MONETER
- ELASTISITAS PERMINTAAN
- INFLASI DAN DAMPAKNYA
- DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIO...
- MANAJEMEN KEUANGAN
- EKSPOR IMPOR INDONESIA
- PENGELOLAAN KEKAYAAN NEGARA INDONESIA
- PERENCANAAN STRATEGIS
- PERTUMBUHAN EKONOMI
- PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN
- SISTEM EKONOMI ISLAM/SYARIAH
- RESTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI BUMN
- UTANG LUAR NEGERI
- OBLIGASI
- Saham dan jenis saham
- SISTEM EKONOMI NEOLIBERAL
- ANGGARAN (BUDGETING)
- EKUITAS
- FOREX (VALAS)
- SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
- AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
- DOWNLOAD FILE ARTIKEL EKONOMI
-
▼
Mei
(59)






Klik disini
0 komentar:
Poskan Komentar